Mengenal Kabupaten Muratara

Mengenal Kabupaten Muratara

KAGHAS.- Kabupaten Musi Rawas Utara salah satu kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Selatan atau dikenal dengan Daerah Otonomi Baru (DOB). Kabupaten sering disebut dengan, Muratara. Ibukota kabupaten terletak di, Kota Rupit. Dinamakan demikian karena terletak di Kecamatan Rupit, tepatnya di Kelurahan Muara Rupit. Kabupaten ini berdiri pada 10 Juli 2013, dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2013.

Kabupaten ini memiliki moto, beselang serundingan. Muratara dibentuk dari pemekaran wilayah Kabupaten Musi Rawas. Kabupaten Muratara memiliki tujuh kecamatan, yaitu kecamatan Karang Dapo, Karang Jaya, Nibung, Rawas Ilir, Rawas Ulu, Rupit, dan Ulu Rawas. Memiliki 7 kelurahan dan 82 desa.

Dalam pemerintahan Muratara dipimpin oleh beberapa Pejabat Bupati (PJ) dan Pelaksana Tugas (PLT). Periode 2013-2014 Pejabat Bupati, Akisropi Ayub. Periode berikutnya Pelaksana Tugas dari 23 Oktober-10 November 2014, adalah Moh. Isa Sigit. PLT dilanjutkan oleh Muhammad Ali dari 10 November-24 Desember 2014. PLT selanjutnya Rakhman Achmad dari 24 Desember 2014-30 Januri 2015. Masih PLT, Agus Yudiantoro dari 30 Januari-17 Februari 2016. Baru kemudian terpilih bupati Syarif Hidayat dan wakilnya Devi Suhartoni dari 17 Februari 2016 sampai 17 Februari 2021.

Muratara juga memiliki tempat wisata yang menarik. Pertama, Danau Rayo yang terletak di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit. Kedua adalah Danau Bukit Layang, yang terletak di Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya. Lokasi dapat diakses melalui Jalan Lintas Tengah Sumatera. Ketiga, Gua Batu Napal Licin terletak di Desa Napal Licin, Kecamatan Ulu Rawas. Tidak jauh dari gua napal licin terdapat air terjun sosokan, palawaw, batu ampar.

Keindahan aliran Sungai Rawas juga dapat dijadikan kunjungan bersamaan ke gua napal licin. Destinasi wisata berikutnya adalah air terjun Muaro Merendam yang terletak di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya. Selanjutnya tempat sangat menarik adalah taman bunga Agropolitan Simpang Nibung. Terletak di Desa Simpang Nibung, Kecamatan Rawas Ulu. Makanan khas Muratara adalah gulo puan.

Gulo puan terbuat dari gula, susu kerbau, yang kemudian dicampur dan dipanaskan selama lima jam. Gulo puan dimakan dengan roti, ubi, keladi-keladian, nasi dan lainnya. Gulo puan hampir mirip dengan selai pada zaman sekarang. Cerita rakyat yang terkenal adalah Cerita Bujang Kurap. (Red)

Sy. Apero Fublic