PENGARUH TATA RUANG PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG DI PERPUSTAKAAN SD NEGERI 16 GELUMBANG

PENGARUH TATA RUANG PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG DI PERPUSTAKAAN SD NEGERI 16 GELUMBANG

PENGARUH TATA RUANG PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG DI PERPUSTAKAAN SD NEGERI 16 GELUMBANG

Helda Fitria Ulfa (Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

*email:Heldafitriaulfa@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tata ruang perpustakaandalam meningkatkan minat kunjung pperpustakaan di Sd 16 gelumbang . Sudah bukan menjadi rahasia publik lagi jika Indonesia memiliki minat baca yang rendah itusalah satunya dikarnakan masyarakatnya enggan untuk mengunjuki perpustakaan yang menjadi pusat informasi.

Minat kunjung perpustakaan juga tentunya terjadi di Sekolah-sekolah Dasar seperti contohnya yang dibahas dalam artikel ini yakni SD N 16 Gelumbang Kabupaten Muara enim.Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode observasi. Keadaan perpustakaan di SD N 16 Gelumbang sudah bisa dikatakan baik untuk sebuah perpustakaan ditingkat sekolah dasar.

Hanya saja ada beberapa tata ruangannya yang masih kurang tepat sehingga tampak tidak terurus contohnya saja kondisi penyusunan buku di rak yang tidak teratur dan tidak ada ruang baca ataupun meja baca didalamnya sehingga anak-anak agak sedikit malas untuk mengunjungi perpustakaan tersebut dengan alasan bosan dengan suasana ruang perpustakaan tersebut.

Katakunci:perpustakaan,minat kunjung, Sd Gelumbang.

Abstract

This study aims to determine the use of library layout in increasing interest in visiting the library at SD 16 Gelumbang. It is no longer a public secret if Indonesia has low interest in reading, one of which is because people are reluctant to show libraries which are information centers.

Interest in visiting the library also certainly occurs in elementary schools, as the example discussed in this article, namely SD N 16 Gelumbang, Muara Enim Regency. This study uses a qualitative type of research using the observation method. The condition of the library at SD N 16 Gelumbang can be said to be good for a library at the elementary school level.

There are only a few layouts that are still not quite right, so they don't look taken care of, for example, the condition of the arrangement of books on the shelves is irregular and there is no reading room or reading table in it so the children are a little lazy to visit the library on the grounds that they are bored with the atmosphere of the library room.

Keywords:library,visiting interest,SD 16 Gelumbang.

PENDAHULUAN

Gedung atau ruangan perpustakaan merupakan sarana penting dalam penyelenggaraan perpustakaan. Perpustakaan sebagai unit pelayanan jasa, harus memiliki sarana kerja yang cukup dan permanen untuk menampung semuakoleksi, fasilitas, staf dan kegiatan perpustakaan sebagai unit kerja. Sarana yang dimaksud adalah sarana fisik dalam bentuk ruangan atau gedung.

Perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan memiliki tugas dan fungsi yang strategis yaitu menyediakan fasilitas ruang baca yang nyaman dan aman bagi pemustakanya. Layanan ruang baca merupakan layanan yang diberikan oleh perpustakaan kepada pemustaka berupa tempat untuk melakukan kegiatan membaca.

Biasanya penataan ruang baca diintegrasikan dengan rak koleksi dan system penelusuran informasi perpustakaan.Dalam pengaturan ruang baca perpustakaan agar nyaman dan aman maka diperlukan adanya ilmu tata ruang ,Perpustakaan harus menyediakan ruang sekurang-kurangnya 0,5 m2 untuk setiap mahasiswa, dengan penggunaan untuk areal koleksi seluas 45% sedangkan ruang pengguna seluas30%dan ruang stafseluas25%.

Ilmu tata ruang baca diperpustakaan sangat dibutuhkan karena merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan yang memiliki pengaruh dan peranan yang sangat besar dalam memperlancar layanan maupun pelaksanaan fungsi perpustakaan serta diharapkan mampu meningkatkan minat kunjung pemustaka. Minat kunjung pemustaka merupakan suatu kegiatan atau kecenderungan pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan.

Dalam kamus bahasa Indonesia minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Kemudian minatberhubungan dengan perasaan senang atau suka dari seseorang terhadap suatu objek. Bahwa minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat seseorang terhadap terhadap suatu objek akan lebih kelihatan apabila objek tersebut sesuai dengan sasaran dan berkaitan dengan keinginan dan kebutuhan orang yang bersangkutan. (Habir,2015: 159).

Namun sampai saat ini minat kunjung pemustaka ke perpustakaan masih sangat rendah berbagai alasan yang menjadi latar belakang mereka enggan untuk mengunjungi perpustakaan. Seperti contohnya setelah dilakukan oleh penelitian langsung terhadap pemustaka di SD Negeri 16 Gelumbang yang mana dominan siswa-siswanya menjawab jika ditanya mengapa enggan untuk mengunjungi perpustakaan mereka menjawab dengan sepontan karena malas dan perpustakaanya sering kali tertutup.

Hal tersebut membuat menjadi latar belakang peneliti untuk meneliti lebih lanjut tentang perpustakaan di SD Negeri16 Glumbang dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh terhadap minat kunjung pemustaka jika dilakukan penataan ruang perpustakaan agar lebih menarik dan nyaman dan lebih terbuka untuk pemustaka, karena salah satu yang menjadi factor rendahnya minat kunjung di SD Negeri16 Glumbang karena perpustakaannya tidak selalu terbuka dan suasananya masih perlu untuk diperhatikan kembali.

METODE

Pendekatan penelitian disini, sesuai dengan permasalahan yang diajukan yakni menggunakan penelitian kualitatif,yaitu penelitian yang mengkaji data yang akan menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada kelemahan sumber data yang dieroleh melalui penelitian di lapangan.

Data yang dikumpulkan adalah berupa data deskriptif (kata–kata, gambar, dan bukan angka) Dalam penelitian ini data yang diperoleh dengan menggunakan wawancara, observasi dan pemanfaatan. Alasan menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini adalah penulis ingin mengungkapkan bagaimana Strategi Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Kunjung Siswa, yang nantinya dalam hal ini dapat tercapai tujuan dan manfaat dari Strategi Perpustakan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Kunjung Siswa tersebut.

Penelitian ini lebih tepat menggunkan penelitian kualitatif yang mana pada penelitian itu mengenai penelitian prilaku dan budaya Pada situasi sosial. Adapun subjek penelitian pada penelitian ini yaitu yang memiliki keterkaitan dalam meningkatkan minat kunjung siswa,maka subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan dan staf dan siswa yangberada disekolah SDN 16Gelumbang.

Informan merupakan subjek yang diperlukan unutk memperoleh informasi dalam mengungkan kasus yang diperhatikan. Kasus dalam penelitian ini didefenisiskan sebagai fenomena yang terjadi pada suatu waktu dalam lingkup penelitian yang menjadi perhatian dan memberikan informasi penting serta diperlukan yang berkaitan dengan fokus dan tujuan penelitian. Sedangkan waktu pelaksanaan Penelitian pada tanggal 05-20Maret 2021.

HASILDAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisa data temuan peneliti secara umum mengenai minat kunjungsiswadi perpustakaan SDN16 Gelumbang masih dapat dikatakan sangat kurang,karena dilatar belakangi berbagaialasan. Hal yang pertama peneliti menemukan bahwa alas an mengapa minat kunjung perpustakaan di SD Negeri16 Gelumbang itu yakni kondisi perpustakaannya yang tidak selalu terbuka.

Sehingga siswa enggan untuk mengunjunginya.Selain itu kondisi perpustakaannya ataupun penataaan ruangnya masih kurang tertata dapat dilihat setelah dilakukan penelitian di perpustakaan SD N16 Gelumbang banyak sekali buku-buku yang masih tertumpuk tidak diletakkan di rakbuku,kondisi rakbukunya juga sudah beberapa yang perlu diberikan perhatiaan karena sudah tidak kokoh lagi.

Permasalahan tersebut salah satunya dikarenakan kurangan SDM yang benar-benar dari bidang ilmu perpustakaan. Dengan kondisi seperti itu diharapkan bahwa perpustakaan ataupun penataan ruangannya untuk lebih diperhatikan,ditata sedemikian rupa bagaimana membuat siswa ataupun pemustakaan nayaman berada didalamnya danmemiliki ketertarikan untuk selalu mengunjungi perpustakaan tersebut karena jika kita Kembali lagi pada definisi sebuah perpustakaan yakni tempat segudang informasi baik cetak atau punnon cetak.

Adapun Fungsi ruangan perpustakaan secara umum adalah untuk:

a) Tempat para petugas melaksanakan kegiatan-kegiatan perpustakaan,yakni menghimpun,mengolah dan kemudian melayankannya kepada pengguna.

b) Tempat penyimpan koleksi perpustakaan, baik yang fungsinya sebagai koleksi dasar pendukung kurikulum sekolah maupun koleksi penunjang.

c) Tempat dilaksanakannya kegiatan rutin layanan perpustakaan.

d) Tempat belajar bersama dan diskusipada saat tertentu. Sesuai dengan fungsi-fungsi ruangan perpustakaan,maka luasnyapun disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun setidaknya memenuhi persyaratan sebagaiberikut:

a) Ruangan untuk petugas Petugas sebuah perpustakaan perlu disediakan ruangan secara khusus, setidaknya disediakan tempat khusus dalam ruangan perpustakaan secara keseluruhan, supaya dalam melaksanakan tugas kegiatannya tidak terganggu.

b)Ruangan untuk menyimpan koleksi Koleksi perpustakaan perlu ditata dan disusun secara teratur sesuai dengan system tertentu dalam ruangan yang khusus diperuntukan untuk itu. Misalnya ada ruangan koleksi yang bisa dipinjamkan, ruangan koleksi referensi, ruangan khusus majalah, dan surat kabar dan ruangan lain yang diperlukan.

c) Ruangan untuk kegiatan pelayanan Ruangan untuk pelayananini meliputi ruangan untuk keperluan:

(1)Ruangan untuk kegiatan membaca: ruangan ini digunakan untuk kegiatan membaca dan belajar dipperpustakaan.Luas ruangan disesuaikan dengan keperluan.

(2)Ruangan untuk layanan referans:ruangan ini diperlukan untuk menyimpan koleksi referensi dan sekaligus untuk pelanannya.

(3)Ruang untuk kegiatan layanan sirkulasi:ruangan ini diperlukan untuk melaksanakan kegiatan layanan peminjaman koleksi. Apabila sebuah sekolah atau Lembaga tidak mampu membangun dan menyediakan ruang perpustakaan, maka sebagai alternatif bisa menggunakan ruangan kelas yang dijadikan sebagai rungan perpustakaan.

Ruang perpustakaan bisa berupa ruang seperti ruang kelas karena yang ada memang hanya ruang kelas bias yang tidak terpakai, dan bisa berupa gedung khusus yang dalam pembangunannya memang direncanakan untuk perpustakaan seperti yang gedung perpustakaan di Sd N 16 Gelumbang yang telah memiliki gedung khusus sendiri.

Dengan demikian kondisi gedung perpustakaan di Sd N 16 Gelumbangsudah dapat dikatakan baik karena telah memiliki gedung khusus sendiri namun yang perlu ditata Kembali yakni kondisi ataupun suasana ruangannya,baik penempatan rak penyususnan buku ataupun yang lainnya yang bisa membuat siswa ataupun pemustaka nyaman berada didalamnya dan tertarik untuk mengunjungi perpustakaan tersebut.

LAMPIRAN

Gambar 1,1 Gedung Perpustakaan SD Negeri 16 Gelumbang

Gambar 2.1 Kegiatan Pengelompokan Buku

Gambar 3.1 Penggerakan Buku

Gambar 4.1 Pembersihan dan Penataan Kembali Ruang Perpustakaan

Gambar 5.1 Setelah Rak Buku Ditata Kembali

Gambar 6.1 Raungan Perpustakaan Setelah Dibersihkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan artikel diatas dapatdi simpulkan bahwa kondisi Gedung perpustakaan di Sd N 16 Gelumbang sudah dapat dikatakan baik karena telah memiliki gedung khusus sendiri namun yang perlu di tata kembali yakni kondisi ataupun suasana ruangannya, baik penempatan rak penyususnan buku ataupun yang lainnya yang bisa membuat siswa ataupun pemustaka nyaman berada didalamnya dan tertarik untyk mengunjungi perpustakaan tersebut sehingga minat kunjung siswadi perpustakaan SD Negeri 16 Gelumbang masih dapat dikatakan sangat kurang,karena dilatar belakangi berbagai alasan. Kurangnya peran dalam penataan ruang perpustakaan tersebut.

Karena petugas perpustakaanya bukan dari bidang ilmu perpustakaan yang semestinya.Perlunya perhatiaan khusus dalam menata kembali ruangan perpustakaan baik dari segi peletakan buku, peletakan rak dan menjaga kebersihan ruanganya selain itu adanya layanan yang baik yang diberikan perpustakaan tersebut, perpustakaan akan lebih baik lebih terbuka untk dikunjungi pengguna. Sesuai dengan fungsi-fungsi ruangan perpustakaan,maka luasnyapun disesuaikan dengan kebutuhan. Namun setidaknya memenuhi persyaratan sebagaiberikut:

a)Ruangan untuk petugas Petugas sebuah perpustakaan perlu disediakan ruangan secara khusus,setidaknya disediakan tempat khusus dalam ruangan perpustakaan secara keseluruhan, supaya dalam melaksanakan tugas kegiatannya tidak terganggu.

b)Ruangan untuk menyimpan koleksi Koleksi perpustakaan perlu ditata dan disusun secara teratur sesuai dengan system tertentu dalam ruangan yang khusus diperuntukan untuk itu. Misalnya ada ruangan koleksi yang bisa dipinjamkan,ruangan koleks ireferensi,ruangan khusus majalah.

REFERENSI

Agus Suyoyodan JokoSantoso,(2001),Strategi dan Pemikiran Perpustakaan, Penerbit Sagung Seto, Jakarta.

Bafadal, I. (1992). Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta: BumiAksara.

Basuki,Sulistyo.2011.Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta:Universitas Terbuka. Darmono.(2004).Manajemendan Tata kerja Perpustakaan.Jakarta:Grasindo.

Hs. Lasa. 1994. Petunjuk Praktis Pengelolaan Perpustakan Masjid dan Lembaga Islamiyah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Habir.2015.―Pengaruh Layanan Perpustakaan terhadap Minat Kunjung Pemustaka di Perpustakaan STIKES Mega Rezky Makassar. ‖ Khizanah AlHikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan,Informasi dan Kearsipan3 (2) : h.156- 171.

Hernando. Prastowo, A. (2012). Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Yogyakarta: Diva Press.

Qalyubi, Syihabuddin.2007. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab UIN Sunan kalijaga.

Zulfika, Dida. 2017. Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Minat Kunjung Mahasis wadi UPT UNTAN.”Skripsi”. Universitas Tanjung pura Pontianak.

Sy. Apero Fublic