STRATEGI PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG SISWA DI SD N 16 GELUMBANG DESA PINANG BANJAR

STRATEGI PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG SISWA DI SD N 16 GELUMBANG DESA PINANG BANJAR

STRATEGI PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG SISWA DI SD N 16 GELUMBANG DESA PINANG BANJAR

Ara Fathona Dwi Anjaini

(Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

Email: arahfathona27@gmail.com

Abstrak

Artikel yang merupakan hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pengelolaan Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Berkunjung Siswa SD N 16 gelumbang dengan fokus pada: 1) Strategi pengelolaan perpustakaan di SD N 16 gelumbang, (2) Meningkatkan siswa minat berkunjung ke SD N 16 gelumbang, (3) Faktor penghambat penerapan strategi pengelolaan perpustakaan dalam rangka meningkatkan minat siswa berkunjung ke SD N 16 Gelumbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan, yaitu: (1) Strategi yang digunakan di SD N 16 Gelumbang masih kurang baik dalam pengelolaan perpustakaan. Hal ini terlihat dari pelayanan yang diberikan oleh SDM perpustakaan kepada pengunjung perpustakaan. (2) Meningkatkan minat kunjungan siswa merupakan tugas bersama antara kepala sekolah, pustakawan dan guru di dalamnya yaitu dengan melakukan pembinaan di setiap tahun ajaran baru dengan mengenalkan perpustakaan kepada siswa baru melalui kegiatan sosialisasi ta'aruf hari ketiga. (3) Sedangkan faktor penghambatnya adalah dari segi dana, untuk menambah koleksi tersebut. Karena biasanya kebanyakan perpustakaan sekolah menyediakan koleksi buku cerita. yang minim dengan koleksi referensi.Kata kunci: Strategi pengelolaan perpustakaan, manajemen perpustakaan sekolah.

Abstract

The article which is the result of this study aims to determine the Library Management Strategy in Order to Increase Visiting Interest of Students at SD N 16 gelumbang with a focus on: 1) Library management strategies at SD N 16 gelumbang, (2) Increasing student interest in visiting SD N 16 gelumbang, (3) The inhibiting factors for implementing library management strategies in order to increase student interest in visiting SD N 16 Gelumbang. This study uses a naturalistic qualitative method. The results of this study revealed three findings, namely: (1) The strategy used at SD N 16 Gelumbang is still not good in library management. This can be seen from the services provided by library human resources to library visitors. (2) Increasing interest in student visits is a joint task between the principal, librarians and teachers in it, namely by conducting coaching in each new academic year by introducing the library to new students through socialization activities on the third day of ta'aruf. (3) While the inhibiting factor is in terms of funds, to add to these collections. Because usually most school libraries provide a collection of story books. which is minimal with reference collections.. 3) The main obstacle faced in carrying out the strategy is lack of fund to acquire new collection.

Keywords: Strategy of library operation, school library management.

PENDAHULUAN

Menurut Pedoman Pengembangan Minat Baca Perpustakaan Nasional RI tahun 2002 dalam kata pengantar, pembinaan minat baca adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca dengan memperbanyak dan mendistribusikan secara merata jenis-jenis koleksi yang dianggap perlu. mampu mendorong orang untuk membaca. Sedangkan Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa pembinaan dan pengembangan minat baca merupakan upaya yang dilakukan untuk memelihara, menyempurnakan, dan meningkatkan minat baca (Bafadal, 1992, hlm. 191).

Pengembangan minat baca itu sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi masyarakat yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu dengan membaca masyarakat belajar dan memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas. Hal ini didukung oleh pernyataan Andi Prastowo bahwa minat adalah suatu sifat atau kecenderungan tertentu, minat dapat mewakili tindakan, minat tidak termasuk bawaan, tetapi sifatnya dapat diusahakan, dipelajari, dan dikembangkan (Prastowo, 2012, hlm. 191).

Dari penjelasan tersebut terlihat jelas bahwa minat baca sangat mungkin untuk dikembangkan. Jadi, kata kuncinya adalah kepentingan semua pengguna perpustakaan sekolah pada dasarnya dapat dikembangkan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan minat baca siswa tidak lepas dari pembinaan kemampuan membaca mereka. Sebab, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk menjadi seseorang yang gemar membaca ada syaratnya, yaitu mampu membaca dengan baik.

Tanpa kemampuan membaca yang baik, mustahil baginya untuk merasa senang dengan kegiatan membaca. Pengembangan keterampilan membaca dalam rangka pembinaan dan pengembangan minat baca tentunya akan berbeda-beda sesuai dengan jenjang sekolah. Sebagai pengembangan misi perpustakaan sekolah, guru pustakawan sebagai pengelola perpustakaan sekolah harus berusaha sangat maksimal dalam membina keterampilan membaca siswa.

Jadi, di dalamnya, tertanam sifat dan sikap serta kebiasaan seperti membaca. Kurang optimalnya pengelolaan perpustakaan sekolah oleh kepala sekolah disebabkan karena: pelayanan perpustakaan sekolah belum memuaskan pengguna jasa perpustakaan, belum adanya sistem pengelolaan perpustakaan sekolah yang memadai, siswa belum memanfaatkan perpustakaan secara maksimal, perpustakaan sekolah saat ini belum tertata dan tertata dengan baik, minat baca siswa masih kurang untuk membaca buku di perpustakaan sekolah, dan kurangnya pengawasan dari kepala sekolah terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah (Irawati, n.d.) Banyaknya harapan yang tidak terpenuhi menyebabkan kecemasan yang tinggi.

Untuk itu diperlukan bekal pendidikan sekolah yang menjadi manajemen menuju pembelajaran yang lebih baik. Berdasarkan uraian di atas, penulis terdorong untuk melakukan penelitian mengenai “Strategi Pengelolaan Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Berkunjung Siswa SD N 16 Gelumbang.

METODE

Pendekatan penelitian disini, sesuai dengan permasalahan yang diajukan adalah menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang mengkaji data yang akan menggambarkan realitas sosial yang kompleks dan konkrit. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada kelemahan sumber data yang diperoleh melalui penelitian di lapangan. Data yang dikumpulkan berupa data deskriptif (kata-kata, gambar, dan bukan angka).

Dalam penelitian ini data diperoleh dengan menggunakan wawancara, observasi dan pemanfaatan. Alasan menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini adalah penulis ingin mengungkapkan bagaimana Strategi Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Berkunjung Mahasiswa, yang nantinya dalam hal ini dapat mencapai tujuan dan manfaat Strategi Perpustakaan Dalam Rangka Meningkatkan Minat Berkunjung dari Siswa.

Penelitian ini lebih tepat menggunakan penelitian kualitatif yang dalam penelitian ini adalah tentang penelitian perilaku dan budaya dalam situasi sosial. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah mereka yang memiliki hubungan dalam meningkatkan minat berkunjung siswa, sehingga subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan dan staf serta siswa yang berada di SD N 16 Gelumbang.

Informan adalah subjek yang diperlukan untuk memperoleh informasi dalam mengungkap kasus yang sedang dipertimbangkan. Kasus dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu fenomena yang terjadi pada suatu waktu dalam ruang lingkup penelitian yang menjadi perhatian dan memberikan informasi penting dan diperlukan terkait dengan fokus dan tujuan penelitian. Sedangkan waktu penelitian pada tanggal 5-20 Maret 2021.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis data, temuan penelitian secara umum mengenai strategi pengelolaan dalam rangka meningkatkan minat siswa berkunjung ke SD N 16 Gelumbang masih kurang baik terutama pada rak dan ruang yang masih kotor dan berantakan karena penjaga perpustakaan bukan dari lapangan. ilmu perpustakaan sehingga siswa SD 16 Gelumbang enggan mengunjungi dan membaca buku di perpustakaan.

Hal pertama yang peneliti temukan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) yang mengelola perpustakaan hingga 16 gelombang tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang perpustakaan. Hal pertama yang peneliti temukan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) yang mengelola perpustakaan SD N 16 Gelumbang pada umumnya sudah memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang perpustakaan.

Berawal dari kepala perpustakaan yang telah memiliki sertifikat Diklat bidang perpustakaan yang diperoleh dari pelatihan yang telah dilaksanakan selama enam bulan. Kemudian salah satu staf pengelola perpustakaan yang memang memiliki kualifikasi pendidikan ilmu perpustakaan. Artinya pentingnya kebutuhan pustakawan dalam bidang komunikasi, kreativitas, dan inisiatif yang mampu mendorong mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan.

Sehingga terwujudnya pengelolaan perpustakaan yang dapat menarik kunjungan mahasiswa. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, pustakawan memerlukan pembinaan baik sebagai pustakawan maupun pembinaan moral. Seperti yang peneliti temukan di perpustakaan SD N 16 Gelumbang, bahwa untuk mengembangkan keterampilan dan wawasan tentang perpustakaan, perlu adanya pembinaan seperti seminar, pelatihan, dan workshop bagi pustakawan.

Sesuai dengan supervisi pustakawan sekolah, bahwa pengembangan pustakawan merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan moral pustakawan sekolah. Dengan kata lain, pustakawan sekolah mengacu pada pembinaan agar terus berkembang. Sesuai dengan tugas pustakawan, dalam rangka memfungsikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, yaitu dengan menumbuhkan rasa senang membaca kepada siswa, karena jika siswa merasa senang membaca, siswa akan senang membaca dan memanfaatkan perpustakaan sepuasnya. Mungkin (Bafadal, 1992, hal. 203) Jika hal ini memberikan hal yang positif, tentunya hal ini harus terus ditingkatkan pada acara ta'aruf di tahun-tahun berikutnya.

Program ini tentunya akan sangat baik jika dipertahankan dan terus ditingkatkan. Namun dalam hal ini inovasi dan kreativitas dalam program pengembangan siswa di SD N 16 Gelumbang hanya sebatas kegiatan sosialisasi. Dibutuhkan kemampuan pengelola untuk mengembangkan ide-ide kreatif dalam mengelola perpustakaan, agar pengunjung lebih tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan pustakawan dalam menumbuhkan rasa senang membaca bagi siswa, antara lain:

a. Tata letak perpustakaan yang baik b. Menyelenggarakan pameran buku/perkenalan buku c. Mengadakan lomba di sekitar perpustakaan seperti essay, lomba membaca, dll. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus diatur sedemikian rupa, agar siswa tertarik, terkesan dan membangkitkan minat siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Semua kegiatan di atas bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan perpustakaan kepada siswa. Namun, pustakawan di SD N 16 Gelumbang juga harus memiliki keterampilan dasar untuk memberikan bimbingan kepada siswa.

Kemampuan dasar ini sangat penting dalam pembinaan, misalnya kepala perpustakaan harus memiliki metode yang akan digunakan. Metode yang dapat digunakan untuk pembinaan ini akan memberikan hal-hal positif bagi siswa yang dibina. Hal tersebut di atas sesuai dengan standar kemampuan dasar yang harus dimiliki pustakawan, bahwa standar kemampuan dasar yang harus dimiliki pustakawan tergantung pada posisinya. Kemampuan dasar pustakawan berbeda dengan staf lainnya.

Oleh karena itu, kepala perpustakaan sebagai penanggung jawab perpustakaan harus mengetahui keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap petugas pengelola perpustakaan. Perpustakaan SD N 16 Gelumbang dalam hal koleksi buku masih sangat minim dengan buku non paket. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menghambat perpustakaan dalam meningkatkan minat pengunjung perpustakaan, dan dana merupakan faktor yang paling krusial, dalam pengembangan fasilitas perpustakaan berupa koleksi ini.

Sementara Perpusnas memberikan gambaran secara umum, bahwa untuk koleksi dasar, disarankan setiap perpustakaan harus memiliki buku dasar perbandingan sepuluh judul untuk setiap siswa. Untuk koleksi tambahan, setelah mencapai jumlah koleksi dasar, untuk pemeliharaan selanjutnya dibutuhkan sekitar 2% dari jumlah yang tersedia. (“Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Indonesia”, 2005).

Disebutkan pula dalam Perpustakaan Standar Nasional Indonesia (SNI) bahwa penambahan koleksi minimal 2% dari total jumlah judul atau minimal dua ratus judul per tahun dipilih mana yang terbesar. (Badan Standardisasi Nasional, 2000). Jadi, jika diperkirakan ada 300 siswa di SD N 16 Gelumbang maka perpustakaan harus memenuhi koleksi dasar 3000 judul buku, sedangkan untuk koleksi tambahan 10% dari 3000 maka harus bertambah 300 buku per tahun di untuk memenuhi kebutuhan dasar koleksi. dan tambahan bagi siswa yang berkunjung ke perpustakaan.

Gambar 1. Pembersihan buku-buku dirak dan menyusun buku dengan rai di rak.

Gambar 2. Sesudah perpustakaan di bersihkan dan disusun ke rak buku.

KESIMPULAN

Berdasarkan artikel di atas dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan di SD N 16 Gelumbang masih kurang baik dalam pengelolaan perpustakaan. Hal ini terlihat dari pelayanan yang diberikan oleh SDM perpustakaan kepada pengunjung perpustakaan. Meningkatkan minat kunjungan siswa merupakan tugas bersama antara kepala sekolah, pustakawan dan guru di dalamnya yaitu dengan melakukan pembinaan di setiap tahun ajaran baru dengan mengenalkan perpustakaan kepada siswa baru melalui kegiatan sosialisasi pada hari ketiga ta'aruf.

Sedangkan faktor penghambatnya adalah dari segi dana, untuk menambah koleksi tersebut. Karena biasanya kebanyakan perpustakaan sekolah menyediakan koleksi buku cerita. yang minim dengan koleksi referensi. Kurang optimalnya pengelolaan perpustakaan sekolah oleh kepala sekolah disebabkan karena: pelayanan perpustakaan sekolah belum memuaskan pengguna jasa perpustakaan, belum adanya sistem pengelolaan perpustakaan sekolah yang memadai, siswa belum memanfaatkan perpustakaan secara maksimal, perpustakaan sekolah saat ini belum tertata dan tertata dengan baik, minat baca siswa masih kurang untuk membaca buku di perpustakaan sekolah, dan kurangnya pengawasan dari kepala sekolah terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah (Irawati, n.d.)

Oleh karena itu, sesuai dengan tugas pustakawan, dalam rangka memfungsikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, yaitu dengan menumbuhkan rasa senang membaca kepada siswa, karena jika siswa merasa senang membaca, siswa akan senang membaca dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana membaca. sebanyak mungkin. (Bafadal, 1992, hal. 203) Jika hal ini memberikan hal yang positif, tentunya hal ini harus terus ditingkatkan pada acara ta'aruf di tahun-tahun berikutnya. Program ini tentunya akan sangat baik jika dipertahankan dan terus ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

al-Bukhari. (n.d.). Shahih Bukhari.

Badan Standardisasi Nasional. (2000) Pedoman BSN 8-2000: Penulisan Standar Nasional Indonesia,

Bafadal, I. (1992). Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta: Bumi Aksara. Darmono.

(2004). Manajemen dan Tatakerja Perpustakaan. Jakarta: Grasindo.

Irawati. (n.d.). Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pengelolaan Perpustakaan di Sekolah dasar. Retrieved from: http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana/article/viewFile/3771/3005 Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan Indonesia. (2005).

Prastowo, A. (2012). Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Yogyakarta: Diva Press. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Nasional RI. (2007). Perpustakaan Nasional RI.

Editor. Arip Muhtiar, S.Hum

Tatafoto. Dadang Saputra

Palembang, 24 Oktober 2022

Sy. Apero Fublic